
.com - Pepatah Inggris yang berbunyi “If it seems good to be true, it probably is” agaknya dijadikan fatwa oleh publik India dalam menyikapi produk smartphone Freedom 251 dari sebuah pabrikan lokal berjulukan Ringing Bells.
Pasalnya, Freedom 251 yang dibanderol dengan harga 4 dollar AS atau tak hingga Rp 60.000 itu dipandang kelewat murah.
Ringing Bells pun dilaporkan ke polisi oleh Kirit Somaiya, pimpinan dari partai politik terbesar di India, Bharatiya Jananta. Dalam aduannya, Somaiya menuding bahwa Ringing Bells telah berbuat curang dan menipu konsumen.
Bagaimana mungkin smartphone 4 inci dengan chip quad-core, RAM 1GB, dan koneksi 3G dijual dengan harga setara kopi di kafe, tanpa subsidi dari operator pula? Begitu kurang lebih tuduhan Somaiya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Kamis (31/3/2016).
Kecurigaan makin menjadi karena Freedom 251 tak lain merupakan hasil re-brand asal-asalan dari smartphone Ikon 4 bikinan pabrikan China berjulukan Adcom.
Begitu asal-asalannya, merk “Adcom” di muka perangkat cuma ditutup stiker berwarna putih.
Di China, Ikon 4 dijual dengan harga 60 dollar AS atau berkali-kali lipat harga jual Freedom 251 yang diklaim sebagai smartphone termurah di dunia.
Belum terperinci menyerupai apa “kecurangan” yang dilakukan oleh Ringing Bells. Perusahaan itu sendiri hingga sekarang masih belum terbukti melaksanakan tindakan ilegal apapun.
Namun, polisi sudah meminta dokumen resmi dari Ringing Bells untuk menjelaskan bagaimana Freedom 251 dapat dijual dengan harga luar biasa murah tanpa melanggar hukum.
Tidak ada komentar