.com - Saat ini, peredaran ponsel rekondisi atau bekas pakai (refurbished) yang resmi memang belum begitu besar. Namun dalam kurun waktu empat tahun mendatang, peredaran ponsel tersebut akan mencapai angka ratusan juta unit di seluruh dunia.
Harga jual rata-rata smartphone rekondisi (bekas pakai) menyerupai Apple iPhone dan Android Galaxy besutan Samsung dapat berkisar Rp 1,8 juta.
Pada 2015 lalu, hasil perhitungan forum riset pasar IDC mengungkap ada 81,3 juta unit ponsel rekondisiyang dikirimkan ke seluruh dunia. Pada 2020, jumlah tersebut bakal melonjak sampai 222,6 juta unit ponsel.
Peningkatan total pengiriman ponsel rekondisi ini mengindikasikan compound annual growht rate (CAGR) sebesar 22,3 persen.
Riset IDC juga memperlihatkan persebaran pengiriman ponsel refurbished. Dari total 222,6 juta unit tadi, sebanyak 24,8 persen akan disebarkan di wilayah Amerika Utara. Sedangkan sisanya, 75,2 persen akan disebarkan ke seluruh penjuru dunia.
Pada 2020, diprediksi juga bahwa rata-rata harga ponsel refurbished akan ada di kisaran 136 dollar AS atau sekitar Rp 1,8 juta. Nilainya pun akan naik sampai mencapai 30 miliar dollar AS atau setara Rp 404,2 triliun.
Sayangnya, data tersebut tidak merinci negara mana saja yang bakal kebagian ponsel rekondisi resmi ini. Tidak disebutkan juga apakah Indonesia termasuk di dalamnya atau tidak.
Makara seni administrasi umum
Informasi yang dirangkum KompasTekno dari Android Authority, Rabu (23/11/2016), menyebutkan bahwa penjualan ponsel rekondisi sudah menjadi seni administrasi mainstream atau umum di pasar Amerika Serikat (AS).
Ke depannya, makin banyak operator seluler yang mengadopsi seni administrasi ini di Eropa dan Asia.
Sekarang pun vendor smartphone Apple telah mulai memperlihatkan ponsel rekondisi resmi buatannya. Berikutnya, Samsung dikabarkan akan mengikuti seni administrasi yang sama.
Apple juga sudah mulai memasarkan iPhone rekondisinya ke pasar negara-negara berkembang, menyerupai di India.
Ponsel rekondisi yang resmi memang mulai banyak dicari oleh pengguna. Pasalnya, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan ponsel yang sama ketika dirilis. Selain itu, ponsel rekondisi ini resmi dirilis oleh perusahaan pembuatnya.
“Permintaan ponsel bekas sudah mulai tumbuh di sejumlah negara, salah satunya AS," jelas Research Manager IDC, Anthony Scarsella.
Pendorong tren ini berdasarkan Scarcella yakni operator telekomunikasi yang harus mengatakan perangkat pengganti untuk konsumen yang membeli paket bundling dengan jaminan asuransi.
“Di sisi lain, ponsel bekas memberi pilihan gres bagi konsumen dengan situasi keuangan terbatas dan tidak dapat membayar paket cicilan,” imbuhnya.
sumber : Kompas.com

Tidak ada komentar