Pada ketika Perang Dunia II para insinyur mengartikan angka 0 sebagai “mati” dan 1 sebagai “nyala”. Tahun 1973, International Electrotechnical Commission menciptakan logo berupa bundar yang ditusuk oleh garis, untuk memperlihatkan keadaan siaga (stand by). Lalu, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) menganggap logo itu tak menggambarkan arti sebenarnya. IEEE kemudian menciptakan logo itu mengacu pada tombol daya.
Para pengembang Mac sedang berembuk untuk menciptakan sebuah tombol spesial, tombol Command. Tadinya, tombol itu akan menggunakan logo Apple. Tapi, Steve Jobs kurang suka. “Terlalu banyak logo Apple di layar. Saya blenger!,” Andy Hertzfeld, salah satu pengembang Mac, mengutip Jobs pada ketika bercerita kepada Popsci. Seorang artis digital Susan Kare melihat-lihat simbol-simbol internasional dan pandangannya jatuh kepada sebuah simbol yang mengambarkan ada atraksi di daerah berkemah. Simbol itu juga dikenal sebagai “perulangan Gorgon” dan dalam standar Unicode, arti simbol itu ialah “tempat simbol-simbol menarik”.
Ada raja dari Denmark yang juga dikenal sebagai andal buah arbei biru–salah satu giginya berwarna biru–bernama Harald Blåtand. Logo Bluetooth yang digunakan ketika ini merupakan perpaduan dari inisialnya. Blåtand juga populer sebab menyatukan aneka macam kepentingan politik dari kelompok yang kini dikenal dengan nama Norwegia, Swedia, dan Denmark. Seperti halnya fungsi Bluetooth ketika ini: menghubungkan beberapa alat biar sanggup berkomunikasi.
Logo USB menyerupai trisula, betul? Memang dari situlah idenya. Toh perangkat USB, menyerupai flash disk dan modem, juga ditusukkan menyerupai trisula. Bedanya, jika ketiga ujung trisula berbentuk segitiga, ketiga ujung logo USB terdiri dari lingkaran, segitiga, dan segiempat. Ketiga bentuk itu mengambarkan jika USB sanggup digunakan oleh aneka macam periferal.
Tombol Play memang tidak orisinil berasal dari komputer. Tombol ini ditambahkan ke keyboard sebagai fungsi multimedia. Pada tahun 1960-an, logo segitiga ini digunakan sebagai simbol tape deck. Arah segitiga memperlihatkan arah putaran pita kaset.
Ada yang bilang simbol Pause ini merupakan modifikasi simbol Stop yang dibelah. Tahu kan jika simbol Stop ialah bujur sangkar? Pendapat lain menyebutkan jika tombol Stop ini berasal dari salah satu simbol dalam denah elektronika, yakni simbol yang memperlihatkan hubungan terbuka. Ada juga yang beropini jika simbol berupa dua garis itu berasal dari notasi musik, bagian (caesura).
Logo siaga (stand by) yang dibuat dari angka 0 dan 1 digunakan untuk simbol tombol daya–di awal artikel sudah disebut. Nah, IEEE merasa bertanggung jawab mencari tombol gres sebagai logo siaga. Dapatlah simbol bergambar bulan. IEEE pun mengubah istilah “siaga” menjadi “tidur” alias sleep.
Simbol @ digunakan oleh para akuntan pada tahun 1885 sebagai akronim dari “at the rate of”. Mundur lagi ke masa lampau, konon para biksu telah menggunakan simbol ini untuk pengganti kata “di” atau “kea arah”. Simbol ini digunakan dalam dunia komputer ketika seorang Raymond Tomlinson, programmer dari Bolt, Beranek & Newmann menggunakannya untuk memisahkan nama komputer (yang sudah terhubung ke jaringan) dari penggunanya.
Tahun 1995, para pengembang di Apple sudah final mendesain FireWire. Tapi, mereka belum mendapat simbol yang sempurna untuk menggambarkan fungsi FireWire yang memperlihatkan kecepatan tinggi untuk perangkat audio dan video. Setelah beberapa saat, mereka berhasil menciptakan simbol yang mempunyai tiga cabang. Ketiga cabang itu mewakili video, audio, dan data. Awalnya simbol FireWire berwarna merah, tapi tanpa alasan yang jelas, warna simbol berubah jadi kuning.
Simbol ini disebut “bola pantai” yang mengambarkan “kematian” (spinning beach ball of death–SBBOD). Inilah logo yang muncul di Mac ketika ada sebuah kegiatan yang hang. Apple secara resmi menyebutnya sebagai “spinning wait cursor”. Asal mula simbol yang digunakan di kursor ini masih jadi misteri. Tapi, bila dirunut, simbol ini merupakan evolusi simbol yang lebih dulu digunakan Apple, yakni simbol jam tangan.
Tidak ada komentar